price/Rp.115.000
Dari Keterbatasan Menuju Puncak Kesuksesan
Buku Kenang-kenangan 77 Tahun Prof. Dr. H. Asnawir
Penulis : Prof. Dr.H.Asnawir
Tata Letak Sampul : Renaldi Yonra Febriansyah
Penata Letak : Zahra Nurul Aulia
Ukuran : 13.5 x 20.5, cm
Halaman : xvi+235, H
Cetakan, Februari 2026
Penerbit : Rumahkayu Pustaka
Buku ini bertujuan untuk mengenang dan mengisahkan kembali perjalanan dan pengalaman hidup yang dilalui oleh seorang putera yang lahir dari pasangan anak seorang petani yang berasal dari desa Lubuk Batingkap, Kecamatan Harau Kabupaten 50 Kota. Seorang yang punya cita-cita dan semangat yang tinggi untuk maju.
Buku ini bukan sekadar kumpulan data dan fakta yang disajikan, akan tetapi nilai-nilai keteladanan dan semangat juang yang dipunyai dan yang terkandung dalam kehidupannya, mulai dari kedisiplinan, rasa ingin tahu yang tinggi, pengabdian tanpa batas, hingga kepeduliannya terhadap keluarga dan Masyarakat. Semua aspek ini menyatu menjadi pelajaran yang sangat berharga.
Asnawir menamatkan Sekolah Rakyat di Simalanggang tahun ajaran 1960/1961 dengan ijazah yang dikeluarkan tanggal 1 Agustus 1961. Setamat Sekolah Dasar Simalanggang tersebut kemudian melanjutkan ke PGAN 4 Tahun di Bukittinggi, dengan mendapatkan Ikatan Dinas. Di samping itu juga mengambil ijazah SMP. Setelah tamat PGAN 4 Tahun Bukittinggi tahun 1964 terus melanjutkan ke PGAN 6 Padang, tamat tahun 1966. Setamat PGAN 6 Tahun Padang, Asnawir langsung mendaftar kuliah di Fakultas Adab (Yayasan Imam Bonjol di Payakumbuh sampai tingkat III atau tingkat Bakaloreat. Dari Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol di Payakumbuh, setelah dinegerikan mebjadi Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang yang tempat kuliahmya di Payakumbuh, Asnawir telah duduk di tingkat III atau tingkat bakaloreat, kemudian pindah kuliah ke Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang, karena mendapat Nota Tugas Belajar ke jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang menerima Asnawir di tingkat III atau tingkat Bakaloriat jurusan PAI dengan syarat harus amvulen atau mengambil beberapa mata kuliah kependidikan. Selanjutnya Asnawir mengikuti perkuliahan di tingkat III atau tingkat Bakaloriat jurusan PAI seperti mahasiswa lainnya. Setiap ujian yang diikuti tidak ada yang gagal bahkan mendapatkan nilai yang menggembirakan atau tidak ada yang mengecewakan. Bahkan tugas akhir dapat diselesaikannya dengan sempurna. Kemudian dilantik dengan menjadi Sarjana muda atau Bachelor of Art (BA). Dengan mendapatkan gelar BA tersebut Fakultas lupa menagih AMVULEN. Dengan demikian Asnawir dapat menyelesaikan program tugas belajar tersebut tahun 1969 sesuai dengan waktunya. Kemudian Tingkat Sarjana (Drs.) juga diambil di Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang Jurusan Pendidikan Agama Islam, lulus pada tahun 1976. Tingkat Magister/Master (Strata 2) dan Program Doktor Kependidikan diambil di IKIP Jakarta, Dr. Kependidikan dapat diselesaikan oleh Drs. Asnawir pada bulan Agustus 1987. Prof.Dr. H. Asnawir punya Semangat yang tinggi dan sangat mencintai pendidikan, Ia selalu membina dan menanamkan rasa cinta pendidikan kepada anak cucu, baik di Padang, maupun di Bukittinggi dan di Payakumbuh. Pada diri mereka (anak cucu) tertanam cinta akan pendidikan, karena itu mereka harus sekolah kalau dapat sampai Perguruan Tinggi.
Apa yang dicita-citakan ternyata ada diikuti oleh anak cucu, sebagian besar dari mereka telah mencapai Perguruan Tinggi. Sampai saat ini Prof. Dr. Asnawir masih memberi santunan kepada cucu-cucu yang melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi.
Berikutnya dalam buku ini juga diungkapkan pekerjaan yang pernah dilakukan oleh Prof. Dr. H. Asnawir, baik sebagai pegawai negeri maupun pekerjaan sampingan lainnya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan Pendidikan, dan kebutuhan keluarga atau rumah tangga. Pekerjaan sampingan tersebut merupakan usaha-usaha penambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Banyak pekerjaan sampingan yang dilakukan oleh Prof.Dr.H.Asnawir.
Dalam buku ini juga disinggung mengenai hubungan keluarga yang meliputi ayah dan ibu, saudara, isteri anak-anak serta cucu-cucu. Juga dijelaskan bagaimana proses pembinaan keluarga tersebut, pemeliharaan kesehatan, melakukan pertemuan keluarga untuk mempererat persaudaraan dan rasa kekeluargaan, antara menantu, ipar, bisan, anak-anak serta cucu-cucu.
Begitu juga dalam buku ini juga disinggung mengenai kekayaan yang pernah dimiliki oeh Prof. Dr.H. Asnawir, yang meliputi tanah, bangunan rumah, serta usaha-usaha yang dilakukan untuk mendapatkannya. Begitu juga kendaraan yang pernah dipakai, mulai dari sepeda, sepeda motor dan mobil.
Selanjutnya juga diungkapkan buku-buku yang pernah dikarang oleh Prof. Dr. H. Asnawir dan penelitian yang pernah dilakukan.Semoga apa yang diungkapkan dalam buku ini akan dapat dijadikan bahan rujukan bagi pembaca terutama bagi anak cucu dalam menghadapi hidup dan kehidupan ini.
Begitu juga dalam buku ini disinggung pengalaman penulis mengunjungi beberapa negara (ada sembilan negara). Bagaimana kondisi pendidikan di negara tersebut Apa nilai lebih atau keunggulan yang dipunyainya yang dapat ditiru dan diterapkan di Perguruan Tinggi kita.
Begitu juga dalam buku ini diungkapkapkan pengalaman penulis dalam membimbing Disertasi mahasiswa S3 UIN Imam Bonjol Padang. Bagaimana kesan mereka mengenai bimbingan yang penulis berikan. Apa kelebihan dan apa pula kekurangannya. Begitu juga tanggapan saya terhadap mahasiswa yang saya bimbing.
Selanjutnya juga disajikan piagam penghargaan yang pernah diterima. serta Surat Pengangkatan, kenaikan pangkat dan mutasi jabatan yang pernah dialami.
Kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian buku ini diucapkan terima kasih banyak.
Wassalam Penulis.
Prof. Dr. H. Asawir




25%