Penulis:
Two Efly
Azib Fattah Mandala Putra
Editor: Hendra Efison, S.S
Pendesain Sampul: Yudhi Martha
Ilustrasi: Magnific
Penata Letak: Alizar Tanjung
Ukuran: 13.5x20.5, cm
Halaman: 294, H
Penerbit: Rumahkayu Pustaka
Cetakan Pertama, September 2026
Seven Summit West Sumatra lahir dari perjalanan yang panjang—perjalanan yang tidak sekadar menguji kekuatan fisik, tetapi juga keteguhan hati, konsistensi, disiplin, dan keberanian untuk terus melangkah ketika rasa lelah, ragu, bahkan keinginan untuk menyerah datang silih berganti.
Misi ini kami selesaikan dalam waktu satu tahun sepuluh bulan. Bagi sebagian orang, waktu tersebut mungkin terasa terlalu lama. Namun bagi kami, justru di sanalah tersimpan makna sesungguhnya. Kami belajar bahwa perjalanan tidak pernah diukur dari seberapa cepat mencapai tujuan, melainkan dari seberapa banyak pelajaran yang berhasil kami bawa pulang sebagai bekal kehidupan.
Semuanya berawal dari sebuah mimpi sederhana: menapaki tujuh gunung yang menjadi bagian dari Seven Summit West Sumatra. Namun di tengah perjalanan, mimpi itu tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Pendakian ini berubah menjadi ikhtiar untuk mengenal alam, mengenal diri sendiri, serta mempererat ikatan antara seorang ayah dan anak melalui setiap langkah yang mereka tempuh bersama menuju puncak gunung.
Buku ini adalah kisah tentang hubungan seorang ayah dan anak yang dipererat oleh perjalanan. Di jalur pendakian tidak ada status, tidak ada kesibukan, tidak ada sekat usia. Yang ada hanyalah dua manusia yang berjalan berdampingan, saling menjaga ketika langkah mulai goyah, saling menguatkan ketika tenaga mulai habis, dan saling belajar menjadi pribadi yang lebih baik.
Di setiap tanjakan kami belajar arti kebersamaan. Di setiap malam yang dingin kami menemukan hangatnya keluarga. Dan di setiap puncak yang berhasil kami capai, kami menyadari bahwa kebahagiaan terbesar bukanlah berdiri di titik tertinggi, melainkan menikmati setiap langkah perjalanan bersama orang-orang yang kita cintai.
Itulah sebabnya buku ini kami persembahkan bukan hanya kepada para pendaki, tetapi juga kepada para ayah, para ibu, dan seluruh keluarga Indonesia. Kami percaya, petualangan adalah salah satu ruang terbaik untuk membangun kedekatan, menanamkan nilai-nilai kehidupan, membentuk karakter, serta menciptakan kenangan yang akan hidup jauh lebih lama daripada perjalanan itu sendiri.





25%