Welcome to Souq commerce Store !
Belajar Menanggalkan Bulan - Dandri Hendika

Belajar Menanggalkan Bulan - Dandri Hendika

Size :
(0 customer review)

  

Pendesain Sampul: Alizar Tanjung
Penata Letak: Tim Rumahkayu Pustaka
Ukuran: 13x20, cm
Halaman: 70 H
Penerbit: Rumahkayu Pustaka Utama
ISBN: -
Cetakan Pertama, Agustus 2026


Saya cukup meyakini bahwa saya adalah salah satu penulis yang kurang produktif, jika tidak ingin disebut penulis malas. Dari awal menulis hingga buku ini diterbitkan, yakni 2022-2026, saya merasa bahwa saya mestinya bisa melahirkan lebih banyak puisi untuk ukuran penulis baru yang penuh gairah. Produktifitas dan konsistensi selalu menjadi lawan yang susah ditaklukkan. Terkadang saya dihadapkan pada pertanyaan “Kenapa saya menulis puisi?”. Seringkali saya tak mampu menjawab, tapi sering kali juga saya menulis puisi tanpa sebab. Dan buku yang sedang anda baca ini, lahir dari tegangan proses kreatif tersebut.

Belajar Menanggalkan Bulan adalah kumpulan puisi yang saya tulis dalam kurun waktu 2022-2025. Sembari mengerjakan skripsi, naskah ini saya selesaikan dengan memilah puisi awal dan menciptakan puisi baru yang diikat oleh satu tematik; anak-anak. Naskah dalam buku ini kemudian saya kirimkan kepada panitia Sayembara Manuskrip Puisi Payakumbuh Poetry Festival. Saya mengucapkan terima kasih kepada Payakumbuh Poetry Festival yang telah mengadakan Sayembara Manuskrip Puisi 2025; tertutama kepada para juri—Gus tf, Inggit Putria Marga, dan Raudal Tanjung Banua—yang telah memilih naskah buku ini sebagai pemenang.

Terkhusus Gus tf, saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya karena residensi sebulan penuh dalam program Belajar Bersama Maestro 2025 memberi pengaruh signifikan terhadap cara saya menulis puisi. Kepada Inggit Putria Marga, terima kasih telah menjadi mentor yang menyenangkan sehingga segala masukan dan saran dapat diterima dengan bergembira.

Terima kasih kepada Andreas Mazland dan Chalvin Pratama Putra yang banyak membimbing saya dalam menulis puisi; Arif Purnama Putra, Zera Permana, dan Rori Aroka Roesdji atas nasihat yang menyuburkan; Ivan Adillah, Fatris MF, Adriansyah Subekti, Rion Albukhari, Muhammad Giffari Arief, dan Rido Caroko yang bersedia membaca naskah buku ini dan menyediakan ruang diskusi yang mencerahkan.

Terima kasih kepada Ibu dan Ayah yang telah membentangkan inspirasi seluas-luasnya bagi buku ini; Putri Valinsia yang bersetia membaca setiap perbaikan puisi dari awal hingga naskah ini rampung.

Ucapan terima kasih juga tak luput saya sampaikan kepada Rumah Kayu Pustaka yang telah bersedia menerbitkan buku puisi pertama saya ini.